Senin, 25 Juli 2011

Penduduk Indonesia dan Rokok

Jumlah penduduk Indonesia beserta pertumbuhannya dapat dilihat pada grafik berikut.
 (maaf kalau grafiknya kurang sempurna alias ada sedikit kesalahan, namanya juga manusia hehehe)

Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan pada saat sekarang ini, diperkirakan jumlahnya naik menjadi lebih kurang 241 juta jiwa. Memang, hal ini cukup fantastis, mengingat Indonesia menempati urutan keempat penduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jika laju ertimbuhan penduduk tidak segera ditekan, maka pertumbhan penduduk tidak akan bisa terkendali, atau istilah populernya "ledakan penduduk". Untuk itu, pemerintah telah memberlakukan program KB atau Keluarga Berencana.

Mengenai rokok, Indonesia menempati urutan ketiga perokok terbanyak setelah Cina dan India (kalau data ini salah harap diberi tahu yang benarnya. Semoga maklum). 

Menurut Dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, kebanyakan perokok adalah penduduk yang tingkat pendidikannya rendah, ekonominya rendah, bekerja sebagai pekerja informal dan tinggal di pedesaan.

Ia juga menjelaskan, telah terjadinya peningkatan usia pertama kali merokok (kebanyakan pada usia remaja). Pada tahun 1995 jumlahnya hanya 0,3%, namun tahun 2007 jumlahnya meningkat sebanyak 2% dan tahun 2010 diperkirakan jumlahnya 2,3%. 

Ada beberapa penyebab meningkatnya jumlah remaja yang merokok. Di antaranya, karena pengaruh media massa, ajakan dari teman-temannya, dan alasan-alasan lainnya. Karena itu, wajar jika media massa berkontribusi besar terhadap hal ini. Keadaan ini tentu saja sungguh memprihatinkan. Anak-anak lain sedang mengenyam pendidikan, ia malah asyik merokok. Kalau sudah begini apa kata dunia??

Merrka tidak tahu bahaya rokok yang akan menimpa dirinya. Pertama, kondisi kesehatannya tentu sudah pasti terganggu. Kedua, asap rokok yang timbul sudah bisa dipastikan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya. Ini juga akan mencemari udara yang kita hirup setiap hari. Bisa jadi, oksigen yang kita perlukan sidah tercemar oleh hal tersebut. 

Karena itu, rokok dapat mengantarkan seseorang ke rumah sakit atau yang lebih parah lagi, ke "alam baka". Karena itu, hindari asap rokok. Banyak iklan yang mengatakan, "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin." Anda tentunya sudah pernah melihat hal semacam ini tidak? Kalau sudah, bagus. Bulatkan tekad Anda untuk tidak merokok. Remaja berprestasi OK! Remaja perokok TIDAK OK!

Ada ayam lagi berkokok
Suarainya merdu sekali
Jauhi asap rokok
Ingat hidup cuma sekali (NOTE: maksudnya hidup di dunia ini, BUKAN hidup saja)

 Jalan-jalan ke Kalimantan
 Singgah sebentar di Surabaya
 Rokok dapat mengganggu kesehatan
 Maka jangan Anda memulainya

 Si Budi sedang melamun
 Teringat akan kekasih hatinya
 Asap rokok menjadi racun
 Oleh karena itu jangan mencobanya

Ada anak namanya Doni
Sedang jalan-jalan bersama Tono
Jauhi rokok sejak dini
Prestasi YES, rokok NO

Terima kasih. Semoga bermanfaat bagi Anda (dan saya sendiri tentunya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar